Info Lowongan Kerja

Belajar Bahasa Inggris ???

Merenung, bukan berarti melamun. merenung lebih bermakna pada berpikir secara lebih mendalam mengenai suatu hal, masalah, pemikiran, gagasan dan hal yang diniatkan untuk diwujudkan. Sedangkan melamun lebih berarti pada “angan-angan”. Halaman ini terwujud sebagai ruang tempat penulis merenungkan sesuatu. Semoga perenungan ini akhirnya menetas menjadi sesuatu yang berguna. Amiin



Free Automatic Backlink




Asbak Putih Blog's: Astaga.com lifestyle on the net

1 comments
TwitThis

Anaking jeung ka Incu uing “Sing asak Itungan”

0 comments
TwitThis
Yeuh barudak anak jeung incu Abah, omat hidep kudu hirup dia itungan. Tong sagawayah mutuskeun hiji kaputusan tanpa dibarengan pertimbangan anu asak. Sabab ceuk paribasa oge ari kaduhung mah moal tiheula, kecuali lamun nungtun domba, kaduhung tiheula da bakal katubruk.
Naha ku naon pangpangna Abah ngomong kieu ka maraneh? Sabab jaman kiwari mah kudu ati-ati. Jalma teh geus sarba kasulitan, jeung kadesek. Nu akhirna gara-gara kadesek eta sagala rupa cara dihalalkeun dibolehkeun. Manusa geus teu ngitung deui kana etika jeung pertimbangan moral. Mun aya jelema bageur ge eta teh kaum minoritas, ngan saeutik jumlahna.
Hidep tong jadi jalma anu polos. Bisi dimanfaatkeun ku batur. Poma aranjeun ge kudu jadi jalma-jama anu mandiri, anu boga kahayang jeung pamadegan sorangan. Tong sakali-kali ngagantungkeun sikap ka batur. Mun enya ge urang ngilu ka batur kudu berdasarkeun parhitungan jeung pertimbangan anu jentre anu jelas. Ulah nepi kabawa ku sakaba-kaba. Mun ceuk bahasa babaturan Abah keur aktif di organisasi mah kudu jadi jalma kritis. Tong gampang nggeuk mun can jelas duduk masalahna, tong gampang gideug mun can jelas itungannana. Hirup kudu boga sikap, kudu boga perhitungan.
Hidep ge kudu jadi jelema anu boga skill, boga kamampuan. Kudu pinter dina sagala rupa jeung tong pelit ngamalkeun elmu, tong pelit ngabantu batur. Da elmu anu hade mah anu bisa ngarubah, anu bisa ngabantu kana kasusah batur. Anu bisa jadi pituduh keur kahirupan anu leuwih hade.
Tapi omat Abah nitip, mun hidep jadi jalma pinter loba pangaweruh, diajenan ku batur tong jadi adigung adiguna. Tong nepikeun ka agul ku payung butut, asa aing pangpinterna, asa aing panghadena. Da diluhur langit aya langit, diluhur jalma pinter aya anu leuwih pinter. Tong nepikeun hidep dipikangewa karena hidep agul ku elmu jeung kaleuwihan anu lianna.
Hidep hirup kudu jadi lampu, anu bisa nyaangan anu poekeun, kudu bisa nulungan anu susah. Tong nepikeun jadi sampah masyarakat, komo deui jadi tongna mah, leuwih goreng. Hidep kudu jadi cai anu bisa mareman seuneu, kudu jadi seuneu anu bisa manaskeun anu katirisan. Kudu jadi solusi di tengah masalah.
Ieu pesen ti Abah. Ameh hirup hidep tenang, hirup hidep bagja. Kacida bagjana jalma anu wajib, jalma anu ayana dibutuhkeun ku balarea, euweuhna diteangan jeung dipikasono ku balarea. cag dugi kadieu heula… anakaing jeung incu Abah…..

Presiden "Guyonan"

1 comments
TwitThis
Kenyataannya sampai dengan ini, bahwa kita belum merdeka dalam arti yang sebenarnya.
Kemerdekaan makanya masih seperti "Panjat Pinang". Mereka yang dibawah masih menjadi tumbal bagi kemakmuran sekelompok kecil manusia yang ada di atas.

Begitu repotnya jika kesenian juga profesi apapun, dijadikan kedok pembenaran sebuah penyimpangan
Seniman itu hanyalah orang biasa, begitu pula keseniannya. Membebaskan diri dari ukuran dan nilai sosial, hanya boleh dalam ruang privatenya. Hanya di studio kreatifnya, pada saat sang seniman mengolah kreasinya.

Bahwa gemerlapnya dunia panggung, periklanan, televisi dan film hanyalah dunia semu, yang membuat kita selalu terjaga dan mengambil jarak.
Di dunia palsu, komedian bisa dan harus jenaka lantaran tuntutan kerja, sementara di dunia nyata, tak mungkin seniman begitu saja mengobral tawa dan kejenakaan.

Bahwa setiap ilmu dan kepintaran hendaknya jangan digunakan untuk membodohi masyarakat, termasuk ilmu multimedia di era digital, selalu memberikan kemudahan kerja yang serba cepat. Bisa meringkas informasi sekaligus bisa menulis dan membuat trik manipulasi. Yang busuk bisa dibuat segar, yang jahat bisa dicitrakan alim, yang koruptor bisa dihadirkan suci, yang pembunuh kita disugestikan sebagai pengentas kemiskinan, yang kriminal bisa dibesut menjadi dermawan dan agamis.

Bahwa majunya masyarakat bukan hanya ditandai dengan keberhasilan mencapai teknologi tinggi. Tanpa harus menjadi masyarakat dan negara industripun, sebuah bangsa bisa juga terhormat dan bermartabat.
Terlebih jika bangsa itu bisa memberdayakan manusia yang senantiasa menunjunjung nilai kemanusiaan, berkeadilan, berkebudayaan dan peduli pada keselarasan alam semesta. Jika nyatanya kita memang masyarakat agratis dan maritim, kita mesti perlakukan alam secara bijiak. Nggak usah malu menjadi petani dan nelayan, kita kembangkan budaya dan tekonologi pertanian, kita olah potensi kelautan.

Dalam setiap gonjang-ganjing/heboh, selalu melahirkan berkah tersembunyi.
Nasehat orang bijak, sepahit apapun peristiwa itu pasi ada hikmahnya. Seakan-akan yang namanya hikmah selalu nempel dalam setiap musibah, bahkan terkadang dijadikan pembenaran bagi setiap kegagalan. Begitu hikmah didapatkan, biasanya orang segera mafhum atas segala kekalahan, kelemahan dan kegagalan.

Mau memberdayakan 200 juta penduduk, atau kembali "menyihirnya"?

1 comments
TwitThis
Orang yang cita-cita dan impiannya sebatas ingin jadi kaya atau ingin jadi penguasa, akan berbeda dengan seorang wali atau sufi yang lebih fokus pada kepentingan negeri akhirat, dan cenderung mengesampingkan urusan duniawi. Keduanya punya cara yang berbeda dalam soal "mengambil hati rakyat", meskipun masing-masing punya kepentingan politisnya untuk merekrut karyawan, murid atau pengikut (sebanyak-banyaknya). Namun cita-cita seorang Nabi dan Rasul bisa melampaui kedua kategori tersebut, tapi juga bisa tidak meliputi keduanya. Meskipun ada beberapa Nabi (seperti Sulaiman) yang mampu mencapai kemegahan harta, wanita dan kekuasaan, setelah ia bergelut dengan kecerdasan otak, inteligensia dan kekayaan ilmu pengetahuan. Sedangkan karakter dan perangai Nabi Muhammad, justru lebih mendekati Nabi Ibrahim dan Musa, yang berperan selaku manager-manager yang memberdayakan potensi-potensi umatnya. Mereka seperti layaknya manusia biasa yang menikah dan membesarkan anak, bahkan mengalami polemik dengan keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Mereka adalah hamba-hamba yang dicintai Allah, namun bukan sejenis wali, sufi atau manusia langka yang apabila menginginkan sesuatu tinggal menggosok lampu aladin atau "bim salabim jadilah". Dan seandainya Nabi Muhammad bisa menerawang apa yang akan terjadi dan menimpa dirinya, boleh jadi ia akan menghindari kaum Thaif yang melukai dirinya, atau menolak Perang Uhud yang meluluh-lantakkan pasukannya. Namun toh semua hambatan dan ujian itu, bila dihadapi dengan baik dan benar, pada hakekatnya tidaklah menjadi penghalang untuk terus eksis pada cita-citanya yang luhur: memberdayakan potensi-potensi manusia agar tumbuh secara manusiawi, sebagai hamba-hamba Allah yang bertugas melestarian kebaikan, kebenaran dan keindahan (khalifah di muka bumi ini). Adapun sebaliknya, seorang Firaun yang bercita-cita mengutamakan kekayaan dan kekuasaan, dengan memperalat ("menyihir") ribuan militer dan rakyatnya, bisa juga menemukan jalan untuk mencapai cita-citanya yang tertinggi. Meski akhirnya ia harus memetik kehancuran dan kebinasaan, sesuai dengan amal-amal yang menimbulkan kerusakan dan pengrusakan di mana-mana.

Syukurilah anugerah kekuasaan, dan sabarilah ujian hidup kita

0 comments
TwitThis
Kalau ada orang yang membuka aib dan kesalahan kita, pada hakekatnya hal itu terbongkar (ke publik) atas izin Allah, bukan berarti "bola liar" yang menggelinding karena kebetulan semata. Hal itu sebagai ujian dan teguran bagi kita agar berhati-hati dalam melangkah ke masadepan. Jadi, untuk apa sibuk membela-diri dengan melakukan reaksi-balik, lantas menyatakan bahwa diri kita "suci" sedangkan yang menuduh itu adalah "kotor", yang tentu akan menjurus kepada kezaliman dan kesewenangan. Padahal tidak ada manusia yang bersih dari dosa dan kesalahan di muka bumi ini, kecuali bila Allah Yang membersihkannya. Karena itu berlindunglah selalu hanya pada Allah, sucikan Dia, dan jangan merekayasa dua agenda yang berlawanan antara kebaikan dan kejahatan; antara wirid dan zikir (di satu sisi) tapi menyelenggarakan ketidakadilan (di sisi lain). Kalaupun perlu ada siasat dan strategi, maka lakukanlah demi perbaikan dan kesejahteraan rakyat banyak. Jangan "berklenak-klenik" (dari bahasa Jawa yang artinya: berbisik-bisik main belakang) untuk kepentingan elit dan kroni-kroni semata, yang ujung-ujungnya kembali melestarikan warisan lama dengan menyelenggarakan kekuasaan yang zalim. Syukurilah nikmat kemuliaan (kekuasaan) yang dianugerahkan, jangan diingkari dengan melakukan hal-hal yang tak disukai Allah (kesyirikan). Sungguh hanya Allah Yang sanggup merahasiakan dan menghapus (dalam sejarah) segala aib dan kesalahan manusia, dan hanya Dia Yang berkuasa membolak-balik hati manusia seluruhnya... hanya Dia Yang layak kita puji dan kita agungkan...

MOTIVATION NOW!

0 comments
TwitThis
Putting off achieving your goals merely creates a void in your life, a sense of waiting for something to happen. This waiting can actually become the most tangible part of the dream and in this state we often never get motivated or courageous enough to dive in head-first. Start small, big things will follow:

To be self-motivated - BE FIRST!
  • Be the first to smile.
  • Be the first to forgive.
  • Be the first to congratulate.
  • Be the first to take action.
  • …be the last to complain, the last to frown and the last to give up.

To be self-motivated - BE CONFIDENT!
  • Take your confidence from the beauty of nature.
  • Take your confidence from compassion; become skilled at listening and learn much before you teach.

To be self-Motivated – LIVE LIFE 100%
  • Make mistakes and make them boldly; you get no do-overs in each life here. Mistakes can be our greatest teachers.
  • Get out of your comfort-zone often. This gets empty and un-challenging. Make new discoveries, new friends, new ideas often and without fear.
  • Remember that doubt and fear are only thoughts, and we have control over them at every second of every day.
  • Pain, disappointment, hurt, love-lost are divine catapults into a greater awareness of who we are where we are going. From great suffering comes great accomplishment.
Today doesn’t have to be the same as yesterday, you can make it better. Remember, the time to self-motivate will only ever be RIGHT NOW.

The keys to achieving this are ACTION and POSITIVITY.

If you think you can and truly believe it so and then take the first fledgling step of action, you have completed half your goal already.

Even more powerful is to think it already done. Close your eyes, see it, feel how great it feels to have achieved your goal and then set the importance of the outcome free.

Open your eyes, stretch your arms to the sun, take a deep energizing breath and take that first step…

You have just motivated yourself towards the creation of your dream…

Bicara Dengan Bahasa Hati

0 comments
TwitThis

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang. Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan. Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. Semua itu haruslah berasal dari hati anda.

Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula. Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya. Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada anda.

Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan anda.

Ibunda, Kenapa Engkau Menangis

0 comments
TwitThis

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman danlembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, danmengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan enjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup

SEORANG MUSLIM MESTI BERJIWA POLITIS

0 comments
TwitThis
Adakalanya kita patut bersikap politis untuk tidak terang-terangan menyebut kata Allah (di mulut) serta tak perlu membawa-bawa label Islam, khususnya ketika menghadapi orang-orang (masyarakat) yang masih menunggangi agama untuk kepentingan ekonomi dan politiknya, serta menyalah-artikan agama untuk pamer kekuasaan dan kebanggaan diri sejak dari tradisi leluhurnya (secara permanen). Manakah yang lebih mulia di mata Allah: apakah orang-orang yang berteriak lantang menyebut "Allahu Akbar!" untuk melampiaskan nafsu amarah dan kedengkiannya, ataukah justru seseorang yang dengan tulus-ikhlas memperjuangkan bangsanya kepada nilai-nilai peradaban yang lebih baik (meskipun tidak menyebut-nyebut Allahu Akbar)? Manakah yang lebih mulia di mata Allah: apakah Ali bin Abi Thalib yang mengatakan bahwa hukum-hukum agama bukanlah sesuatu yang mandek dan statis, ataukah Muawiyah yang demi ambisi kekuasaan dan kepentingan ekonominya, lantas berkoar-koar menjual Islam dengan suara lantang: "Tiada hukum selain hukum Allah...?"

Jadilah Pribadi-pribadi yang Unik dan Langka

0 comments
TwitThis
Bila kita telanjur bergelimang dalam budaya korupsi maka kita tak punya kekuatan moral untuk mengkritik dan memberantas para koruptor; begitu juga bila kita terlampau dekat dan kompromi dengan elite-elite penguasa yang korup, maka kita tak punya hak moral untuk menentang para penindas rakyat yang mencintai ketidakadilan. Karena itu berkat kejujuran dan ketulusannya Muhammad mempunyai kekuatan dahsyat yang dapat melumpuhkan kritik, hinaan bahkan caci-maki yang berseliweran melingkupi dirinya, hingga pada waktunya beliaulah satu-satunya pemimpin dunia yang berhasil merumuskan strategi canggih untuk mengatasi dan menaklukkan musuh-musuhnya: baik musuh-musuh riil maupun mistis

Meramal masadepan kita semua

0 comments
TwitThis
Bismillahirrahmanirrahim. Seorang ahli nujum (astrolog) memperingatkan kita semua bahwa, bila kita ingin berdamai dengan kehidupan, maka perhatikanlah waktu dan tanggal kelahiran, yang akan memposisikan kita ke dalam 12 kategori nasib hidup manusia: kapan mengalami masa keberuntungan dan kapan mengalami masa kerugian (kesialan). Ketahuilah bahwa cara-pandang seperti itu akan membawa hidup manusia menjadi tidak produktif dan tidak pro-aktif, karena ia hanya berani menjalani hidup dalam kurun ruang-waktu yang terbilang menguntungkan baginya, sementara dalam ruang-waktu yang dianggap merugikan ia akan terikat dan terbelenggu. Padahal dalam ajaran Islam yang mengacu pada iman Nabi Ibrahim (yang menolak bintang-bintang) sesungguhnya kitalah sendiri yang dapat meramal nasib hidup kita sendiri, bahwa bila kita melakukan kebaikan di hari ini pastilah akan memetik kebaikan di kemudian hari. Al-Quran mengajarkan kita agar menanam kebaikan dengan menjalankan apa yang diperintahkan Allah, dan harus melepaskan diri dari segala kultus tradisi warisan leluhur atau ramalan purba yang mengklaim baik-buruknya nasib seseorang, yang semuanya itu membawa pada kesyirikan (dosa besar), dan dapat merusak kerangka berpikir tentang kebenaran. Al-Quran pun memberikan pedoman tentang KONSEP SABAR, bahwa tugas kita bagaimanapun, dan dalam kondisi apapun, harus berbuat baik, biarpun di zaman kesempitan maupun kelapangan. Dan kita tidak boleh frustasi dan putus asa bila apa-apa yang telah kita tanam masih juga belum menuaikan hasilnya. Akhirnya dalam surat An-Najm (bintang) ayat 31-32 dapat ditafsirkan bahwa, bila kita ingin menghindari malapetaka dan kesengsaraan di masadepan, maka hindarilah dosa-dosa besar, serta jangan sombong dan merasa diri paling bersih dan suci, karena bagi tiap-tiap manusia (makhluk) ada potensi kelebihan dan kekurangannya.

Jangan keliru menorehkan garis antara kawan dengan lawan!

0 comments
TwitThis
Setiap kita mendambakan kehidupan yang tentram dan damai, yang sekaligus merupakan cita-cita semua pemimpin dunia, baik yang baik maupun yang jahat sekalipun. Firaun telah mengandaikan sebuah sorga dunia, dengan kemegahan singgasana dan menumpuknya anggaran dalam kas kerajaannya, serta selir dan dayang-dayang cantik berikut segala kemudahan yang diinginkannya. Boleh jadi ia merasa bahwa dirinya tengah menyelenggarakan perbaikan, dengan menolak mempersoalkan kesejahteraan rakyat, bahkan merasa tak penting membicarakan jurang pemisah antara segelintir orang kaya dengan mayoritas rakyat miskin. Berkali-kali ia dan kroni-kroninya mengalami cobaan dan ujian hidup, dan sesekali Musa (bekas anak angkatnya) berusaha mendoakan bagi kebaikan dan kesadarannya. Namun tiap kali ia bangkit dari ujian, seketika itu pula ia kembali pada keangkuhan dan kesombongannya semula. Sampai pada waktunya ketika bertubui-tubi peroblema hidup menimpa dirinya serta mengancam kekuasaannya, akhirnya ia nekat menorehkan garis pemisah antara lawan dengan kawan. Setiap kritik dihadapinya dengan represif dan kekerasan. Kini tak penting baginya untuk mempelajari bagaimana cara menghadapi kritik itu dengan baik, namun dianggapnya sebagai "duri" yang menghambat ambisi dan cita-citanya... dan harus dibabat-habis. Meskipun dalam perjalanannya, boleh jadi Firaun tidak membunuh dengan tangannya sendiri, namun ia telah gegabah mengumandangkan keputusan politik yang mengakibatkan orang-orang mati dan banjir darah di mana-mana. Hal ini sungguh bertolak-belakang dengan perjuangan Muhammad, yang pada prinsipnya sama-sama menginginkan keadaan menjadi tentram dan damai, meski kodrat kehidupan meniscayakan beliau agar tetap harus menorehkan garis pemisah antara kawan dengan lawan, demi terselenggaranya perbaikan dan keadilan rakyat, dan bukan demi kepentingan segelintir elit serta melestarikan kekuasaan dan kekayaan duniawi semata...

Tantangan Berarti

0 comments
TwitThis
Tantangan akan menggairahkan anda, memberi anda arah, dan membangkitkan yang terbaik dalam diri anda. Tantangan akan mendorong anda untuk mempelajari ketrampilan baru, meraup pengetahuan baru. Tantangan memotivasi anda untuk memberi hasil terbaik dari diri anda.

Pernahkah anda perhatikan, saat anda memiliki sedemikian banyak tugas yang harus dikerjakan, anda justru memiliki lebih banyak yang selesai dikerjakan. Dan saat sedikit hal yang perlu dikerjakan, ternyata lebih sedikit lagi yang selesai dikerjakan. Usaha anda meningkat sesuai dengan pekerjaan yang harus dikerjakan. Tantangan mendorong hasil.

Tantangan tidak muncul untuk menarik anda ke bawah. Tantangan ada untuk mendorong anda ke atas, menghasilkan yang terbaik, mencapai target. Memang tantangan itu sulit dan tidak menyenangkan. Tetapi hal itulah yang memberikan arti dan nilai. Kesuksesan terbesar hadir lewat kebiasaan berurusan dengan serangkaian tantangan. Bukan dengan menghindari tantangan.

Tolong diri anda sendiri.
Temukan tantangan sejati, anda akan menemukan hidup sejati.

There was an error in this gadget
 

Counter

Free Hit Counter
M2E Logo

Increase your back-link numbers and therefore your website's page rank by: 1.Back-links, page rank and keywords ANALYSIS and 2. Back-link rotation exchange rotation system & Google-Bot detection and behavior analysis

Related Website

Internet Sehat

Twitter Blog Templates © Copyright by Muhamad Thorik Blog - [Buah Pikiran, Renungan] | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks