Info Lowongan Kerja

Belajar Bahasa Inggris ???

Merenung, bukan berarti melamun. merenung lebih bermakna pada berpikir secara lebih mendalam mengenai suatu hal, masalah, pemikiran, gagasan dan hal yang diniatkan untuk diwujudkan. Sedangkan melamun lebih berarti pada “angan-angan”. Halaman ini terwujud sebagai ruang tempat penulis merenungkan sesuatu. Semoga perenungan ini akhirnya menetas menjadi sesuatu yang berguna. Amiin



Free Automatic Backlink




MOTIVATION NOW!

0 comments
TwitThis
Putting off achieving your goals merely creates a void in your life, a sense of waiting for something to happen. This waiting can actually become the most tangible part of the dream and in this state we often never get motivated or courageous enough to dive in head-first. Start small, big things will follow:

To be self-motivated - BE FIRST!
  • Be the first to smile.
  • Be the first to forgive.
  • Be the first to congratulate.
  • Be the first to take action.
  • …be the last to complain, the last to frown and the last to give up.

To be self-motivated - BE CONFIDENT!
  • Take your confidence from the beauty of nature.
  • Take your confidence from compassion; become skilled at listening and learn much before you teach.

To be self-Motivated – LIVE LIFE 100%
  • Make mistakes and make them boldly; you get no do-overs in each life here. Mistakes can be our greatest teachers.
  • Get out of your comfort-zone often. This gets empty and un-challenging. Make new discoveries, new friends, new ideas often and without fear.
  • Remember that doubt and fear are only thoughts, and we have control over them at every second of every day.
  • Pain, disappointment, hurt, love-lost are divine catapults into a greater awareness of who we are where we are going. From great suffering comes great accomplishment.
Today doesn’t have to be the same as yesterday, you can make it better. Remember, the time to self-motivate will only ever be RIGHT NOW.

The keys to achieving this are ACTION and POSITIVITY.

If you think you can and truly believe it so and then take the first fledgling step of action, you have completed half your goal already.

Even more powerful is to think it already done. Close your eyes, see it, feel how great it feels to have achieved your goal and then set the importance of the outcome free.

Open your eyes, stretch your arms to the sun, take a deep energizing breath and take that first step…

You have just motivated yourself towards the creation of your dream…

Bicara Dengan Bahasa Hati

0 comments
TwitThis

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang. Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan. Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. Semua itu haruslah berasal dari hati anda.

Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula. Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya. Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada anda.

Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan anda.

Ibunda, Kenapa Engkau Menangis

0 comments
TwitThis

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman danlembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, danmengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan enjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup

SEORANG MUSLIM MESTI BERJIWA POLITIS

0 comments
TwitThis
Adakalanya kita patut bersikap politis untuk tidak terang-terangan menyebut kata Allah (di mulut) serta tak perlu membawa-bawa label Islam, khususnya ketika menghadapi orang-orang (masyarakat) yang masih menunggangi agama untuk kepentingan ekonomi dan politiknya, serta menyalah-artikan agama untuk pamer kekuasaan dan kebanggaan diri sejak dari tradisi leluhurnya (secara permanen). Manakah yang lebih mulia di mata Allah: apakah orang-orang yang berteriak lantang menyebut "Allahu Akbar!" untuk melampiaskan nafsu amarah dan kedengkiannya, ataukah justru seseorang yang dengan tulus-ikhlas memperjuangkan bangsanya kepada nilai-nilai peradaban yang lebih baik (meskipun tidak menyebut-nyebut Allahu Akbar)? Manakah yang lebih mulia di mata Allah: apakah Ali bin Abi Thalib yang mengatakan bahwa hukum-hukum agama bukanlah sesuatu yang mandek dan statis, ataukah Muawiyah yang demi ambisi kekuasaan dan kepentingan ekonominya, lantas berkoar-koar menjual Islam dengan suara lantang: "Tiada hukum selain hukum Allah...?"

Jadilah Pribadi-pribadi yang Unik dan Langka

0 comments
TwitThis
Bila kita telanjur bergelimang dalam budaya korupsi maka kita tak punya kekuatan moral untuk mengkritik dan memberantas para koruptor; begitu juga bila kita terlampau dekat dan kompromi dengan elite-elite penguasa yang korup, maka kita tak punya hak moral untuk menentang para penindas rakyat yang mencintai ketidakadilan. Karena itu berkat kejujuran dan ketulusannya Muhammad mempunyai kekuatan dahsyat yang dapat melumpuhkan kritik, hinaan bahkan caci-maki yang berseliweran melingkupi dirinya, hingga pada waktunya beliaulah satu-satunya pemimpin dunia yang berhasil merumuskan strategi canggih untuk mengatasi dan menaklukkan musuh-musuhnya: baik musuh-musuh riil maupun mistis

Meramal masadepan kita semua

0 comments
TwitThis
Bismillahirrahmanirrahim. Seorang ahli nujum (astrolog) memperingatkan kita semua bahwa, bila kita ingin berdamai dengan kehidupan, maka perhatikanlah waktu dan tanggal kelahiran, yang akan memposisikan kita ke dalam 12 kategori nasib hidup manusia: kapan mengalami masa keberuntungan dan kapan mengalami masa kerugian (kesialan). Ketahuilah bahwa cara-pandang seperti itu akan membawa hidup manusia menjadi tidak produktif dan tidak pro-aktif, karena ia hanya berani menjalani hidup dalam kurun ruang-waktu yang terbilang menguntungkan baginya, sementara dalam ruang-waktu yang dianggap merugikan ia akan terikat dan terbelenggu. Padahal dalam ajaran Islam yang mengacu pada iman Nabi Ibrahim (yang menolak bintang-bintang) sesungguhnya kitalah sendiri yang dapat meramal nasib hidup kita sendiri, bahwa bila kita melakukan kebaikan di hari ini pastilah akan memetik kebaikan di kemudian hari. Al-Quran mengajarkan kita agar menanam kebaikan dengan menjalankan apa yang diperintahkan Allah, dan harus melepaskan diri dari segala kultus tradisi warisan leluhur atau ramalan purba yang mengklaim baik-buruknya nasib seseorang, yang semuanya itu membawa pada kesyirikan (dosa besar), dan dapat merusak kerangka berpikir tentang kebenaran. Al-Quran pun memberikan pedoman tentang KONSEP SABAR, bahwa tugas kita bagaimanapun, dan dalam kondisi apapun, harus berbuat baik, biarpun di zaman kesempitan maupun kelapangan. Dan kita tidak boleh frustasi dan putus asa bila apa-apa yang telah kita tanam masih juga belum menuaikan hasilnya. Akhirnya dalam surat An-Najm (bintang) ayat 31-32 dapat ditafsirkan bahwa, bila kita ingin menghindari malapetaka dan kesengsaraan di masadepan, maka hindarilah dosa-dosa besar, serta jangan sombong dan merasa diri paling bersih dan suci, karena bagi tiap-tiap manusia (makhluk) ada potensi kelebihan dan kekurangannya.

Syukurilah anugerah kekuasaan, dan sabarilah ujian hidup kita

0 comments
TwitThis
Kalau ada orang yang membuka aib dan kesalahan kita, pada hakekatnya hal itu terbongkar (ke publik) atas izin Allah, bukan berarti "bola liar" yang menggelinding karena kebetulan semata. Hal itu sebagai ujian dan teguran bagi kita agar berhati-hati dalam melangkah ke masadepan. Jadi, untuk apa sibuk membela-diri dengan melakukan reaksi-balik, lantas menyatakan bahwa diri kita "suci" sedangkan yang menuduh itu adalah "kotor", yang tentu akan menjurus kepada kezaliman dan kesewenangan. Padahal tidak ada manusia yang bersih dari dosa dan kesalahan di muka bumi ini, kecuali bila Allah Yang membersihkannya. Karena itu berlindunglah selalu hanya pada Allah, sucikan Dia, dan jangan merekayasa dua agenda yang berlawanan antara kebaikan dan kejahatan; antara wirid dan zikir (di satu sisi) tapi menyelenggarakan ketidakadilan (di sisi lain). Kalaupun perlu ada siasat dan strategi, maka lakukanlah demi perbaikan dan kesejahteraan rakyat banyak. Jangan "berklenak-klenik" (dari bahasa Jawa yang artinya: berbisik-bisik main belakang) untuk kepentingan elit dan kroni-kroni semata, yang ujung-ujungnya kembali melestarikan warisan lama dengan menyelenggarakan kekuasaan yang zalim. Syukurilah nikmat kemuliaan (kekuasaan) yang dianugerahkan, jangan diingkari dengan melakukan hal-hal yang tak disukai Allah (kesyirikan). Sungguh hanya Allah Yang sanggup merahasiakan dan menghapus (dalam sejarah) segala aib dan kesalahan manusia, dan hanya Dia Yang berkuasa membolak-balik hati manusia seluruhnya... hanya Dia Yang layak kita puji dan kita agungkan...

Jangan keliru menorehkan garis antara kawan dengan lawan!

0 comments
TwitThis
Setiap kita mendambakan kehidupan yang tentram dan damai, yang sekaligus merupakan cita-cita semua pemimpin dunia, baik yang baik maupun yang jahat sekalipun. Firaun telah mengandaikan sebuah sorga dunia, dengan kemegahan singgasana dan menumpuknya anggaran dalam kas kerajaannya, serta selir dan dayang-dayang cantik berikut segala kemudahan yang diinginkannya. Boleh jadi ia merasa bahwa dirinya tengah menyelenggarakan perbaikan, dengan menolak mempersoalkan kesejahteraan rakyat, bahkan merasa tak penting membicarakan jurang pemisah antara segelintir orang kaya dengan mayoritas rakyat miskin. Berkali-kali ia dan kroni-kroninya mengalami cobaan dan ujian hidup, dan sesekali Musa (bekas anak angkatnya) berusaha mendoakan bagi kebaikan dan kesadarannya. Namun tiap kali ia bangkit dari ujian, seketika itu pula ia kembali pada keangkuhan dan kesombongannya semula. Sampai pada waktunya ketika bertubui-tubi peroblema hidup menimpa dirinya serta mengancam kekuasaannya, akhirnya ia nekat menorehkan garis pemisah antara lawan dengan kawan. Setiap kritik dihadapinya dengan represif dan kekerasan. Kini tak penting baginya untuk mempelajari bagaimana cara menghadapi kritik itu dengan baik, namun dianggapnya sebagai "duri" yang menghambat ambisi dan cita-citanya... dan harus dibabat-habis. Meskipun dalam perjalanannya, boleh jadi Firaun tidak membunuh dengan tangannya sendiri, namun ia telah gegabah mengumandangkan keputusan politik yang mengakibatkan orang-orang mati dan banjir darah di mana-mana. Hal ini sungguh bertolak-belakang dengan perjuangan Muhammad, yang pada prinsipnya sama-sama menginginkan keadaan menjadi tentram dan damai, meski kodrat kehidupan meniscayakan beliau agar tetap harus menorehkan garis pemisah antara kawan dengan lawan, demi terselenggaranya perbaikan dan keadilan rakyat, dan bukan demi kepentingan segelintir elit serta melestarikan kekuasaan dan kekayaan duniawi semata...

Tantangan Berarti

0 comments
TwitThis
Tantangan akan menggairahkan anda, memberi anda arah, dan membangkitkan yang terbaik dalam diri anda. Tantangan akan mendorong anda untuk mempelajari ketrampilan baru, meraup pengetahuan baru. Tantangan memotivasi anda untuk memberi hasil terbaik dari diri anda.

Pernahkah anda perhatikan, saat anda memiliki sedemikian banyak tugas yang harus dikerjakan, anda justru memiliki lebih banyak yang selesai dikerjakan. Dan saat sedikit hal yang perlu dikerjakan, ternyata lebih sedikit lagi yang selesai dikerjakan. Usaha anda meningkat sesuai dengan pekerjaan yang harus dikerjakan. Tantangan mendorong hasil.

Tantangan tidak muncul untuk menarik anda ke bawah. Tantangan ada untuk mendorong anda ke atas, menghasilkan yang terbaik, mencapai target. Memang tantangan itu sulit dan tidak menyenangkan. Tetapi hal itulah yang memberikan arti dan nilai. Kesuksesan terbesar hadir lewat kebiasaan berurusan dengan serangkaian tantangan. Bukan dengan menghindari tantangan.

Tolong diri anda sendiri.
Temukan tantangan sejati, anda akan menemukan hidup sejati.

Menjadi ahli syukur bukanlah hak suatu agama tertentu

1 comments
TwitThis
Dalam hidup ini kita diberi peluang dan kebebasan untuk menilai apakah kehidupan manusia dan semesta ini adalah sesuatu yang kacau (chaos) ataukah teratur (harmoni). Persoalan ini terus-menerus menjadi tema utama dalam perdebatan umat manusia dari zaman ke zaman, baik di dunia ilmu, filsafat maupun iptek dan kesenian. Bahkan sejak awal penciptaan Adam telah terjadi dialog akbar antara Tuhan dan para malaikat yang menggugat rencana pengangkatan manusia sebagai utusan (khalifah) di muka bumi ini. Setelah digelar forum dialog dan musyawarah, pada akhirnya bukanlah sistem demokrasi parlementer (50+1) yang berlaku, namun justru sejenis demokrasi terpimpin yang pernah dicanangkan Bung Karno, sampai para malaikat itu pun memberi kepercayaan penuh pada hasil ketentuan Allah, yang dengan tegas memukul gong "keputusan politik" (Al-Baqarah, 30): "...Saya lebih tahu tentang apa-apa yang tidak kalian ketahui." Kemudian hingga hari ini (mungkn sampai kiamat) kedua ide dan pemikiran itu terus-menerus bergulir: apakah kejadian-kejadian alam semesta ini adalah suatu keteraturan ataukah kekacauan semata? Dalam dunia ilmu dan filsafat, sering kita sebut istilah "idealisme" dengan "eksistensialisme", namun Al-Quran menyebutnya dengan kata "syukur" dan "kufur". Adapun bagi orang yang bersyukur, kekacauan seganas apapun yang menimpa hidupnya, tetaplah dia konsisten meyakini bahwa apa yang terjadi di dunia ini adalah suatu keteraturan, sedangkan bagi yang tidak bersyukur (kufur) kenikmatan sebesar apapun yang diperolehnya, tetaplah menganggap bahwa fenomena dunia ini hanyalah kekacauan dan chaos semata...

Bukan Islamnya yang bermasalah tapi "orangnya"

0 comments
TwitThis
Perkataan "Islam" yang dipahami sebagian masyarakat Indonesia lebih cenderung pada pemahaman ideologi, filsafat hidup, atau konsep kepercayaan yang disettng dan diarahkan oleh para penguasa (khususnya Jawa), dan bukan suatu kepasrahan atau ketaatan pada aturan Allah, yang mengatasi hukum di atas segala hukum buatan manusia. Konsekuensinya sebagian masyarakat seenaknya menafsirkan "Islam" menurut seleranya sendiri, atau menurut tafsiran penguasa, selagi tidak bertentangan dengan kepentingannya sendiri. Dengan begitu tidak sedikit orang yang terpaksa mempraktekkan Islam (bahkan mengganti dengan nama Islam), karena dia terpaku pada suatu konsep yang djamin oleh para Kiai bahwa "orang Islam itu pasti masuk sorga, biarpun banyak dosanya". Konsep ini terus-menerus dipertahankan, dikembangkan (dan nyaris tanpa kritik yang seimbang), hingga kemudian orang seenaknya merancang suatu agenda bahwa korupsi satu trilyun tidaklah jadi masalah, selagi bisa menyisihkan satu milyar untuk bersedekah dan pergi haji (hingga berkali-kali). Dan celakanya, dia malah menghimpun kroni-kroni (para elit) yang sama-sama sehaluan dalam pandangan dan keyakinan dan saling begandeng-tangan untuk mempertahankan dan menyebarkan pemahaman semacam itu. Saat ini orang-orang yang memiliki ideologi "yang penting Islam" itu merasa terancam kedudukannya oleh tuntutan perubahan dan pembaharuan di sana-sini. Mereka lantas berbaris bersama-sama, menghimpun orang-orang yang masih sepaham bahkan merancang siasat dan agenda untuk menolak perubahan sistem yang tidak longgar dan tidak leluasa melanjutkan praktek korupnya, seakan-akan mereka masih akan bertahan hidup sampai seribu tahun lagi...

Muhammad: figur manusia multidimensional

0 comments
TwitThis
Kesuksesan duniawi dapat ditempuh dengan modal kecerdasan otak, dan kesuksesan akhirat dapat ditempuh dengan modal kekuatan iman, namun bila manusia ingin menempuh keduanya diperlukan adanya sinergi antara kekuatan iman dan kecerdasan otak. Dan Allah sangat mencintai seorang beriman yang kuat, yang identik dengan kekuatan inteligensia (kecerdasan otak). Kedua kekuatan itu tak boleh diabaikan dan diremehkan, karena merupakan bagian dari ilmu Allah yang diamanatkan kepada umat manusia. Dengan mensinergikan kedua kekuatan itu, niscaya manusia dapat melampaui kemampuan kerja malaikat, jin hingga robot tercanggih sekalipun. Itulah yang membuat manusia lebih unggul daripada makhluk-makhluk lainnya: ia punya potensi dahsyat untuk merusak, dan ia pun punya potensi dahsyat untuk membangun dan memperbaiki. Pengetahuan akan hal ini niscaya melampaui setiap doktrin agama, ideologi dan kepercayaan manapun. Karena itu berhati-hatilah, bila terjadi ketidakseimbangan yang berlebihan, maka ia akan menjadi kekuatan penghancur yang dapat mencelakakan umat manusia dan semesta ini. Seorang beriman yang meremehkan kecerdasan, boleh jadi ia mudah terjebak oleh tipudaya setan, hingga memperalat agama (hal-hal gaib) sebagai akal-akalan untuk memperbudak dan memperdayakan manusia lainnya. Adapun kecerdasan otak yang tidak disertai iman (liberal) niscaya ia akan memberikan pengertian yang keliru tentang makna hidup ini, baik melalui puisi, film maupun rumus-rumus matematika. Dan behati-hatilah, karena di balik penampilan tenang seorang liberal (modern) sebenarnya ia adalah sosok manusia yang lemah, egois, tak terkendali, dan mudah diperbudak dan diperdaya oleh kekuatan setan (jin dan manusia).

Umat Islam Indonesia (tak terkecuali) bagian dari perkembangan masyarakat dunia juga

0 comments
TwitThis
Manusia-manusia liberal modern di negeri-negeri terbelakang (dunia ketiga) telah mewarisi corak peradaban yang merupakan dampak (tak langsung) akibat pertikaian sengit antara kalangan Gereja dengan para ilmuwan dan filosof di abad-abad pertengahan. Di saat masyarakat mendukung kebenaran-kebenaran ilmiah dari pemikiran Karl Marx di bidang ilmu politik-ekonomi (bukan seni politik-ekonomi) serta penemuan Sigmund Freud di bidang ilmu psikologi (bukan seni psikologi), maka secara emosional mereka memparalelkan bahwa kesalahan sistem Gereja itu identik dengan kesalahan iman Kristiani, hingga mengandung konsekuensi meremehkan Al-Kitab dan melecehkan Nabi Isa sekaligus. Dengan itu muncullah pemikir-pemikir filsafat eksistensialisme yang memuncak pada Nietzsche, Camus dan Sartre, dan konsisten mengumandangkan atheisme, daripada memilih beriman pada Tuhan yang dianggap tak henti-hentinya menyelenggarakan chaos, korupsi dan peperangan. Pemikiran itu terus-menerus menjadi pijakan sebagian ilmuwan dunia hingga hari ini, dan ada benarnya bila para cendikiawan muslim (ulama) menjuluki sistem politik-ekonomi-budaya yang sedang berkembang (dan marak di Indonesia) sebagai peradaban yang diilhami dari "ideologi kafir" atau "ideologi setan". Meskipun kita harus hati-hati dan tekun menelusuri latarbelakang sejarah manusia Indonesia: mengapa peradaban seperti itu bisa laris mendominasi kultur imajinasi masyarakat kita? Apa yang salah dan keliru pada diri kita selama ini? Ironisnya, saat ini ada banyak kalangan intelektual, pengusaha hingga politisi kita yang konsekuen meremehkan pentingnya arti solat, karena praktek solat dianggap berkaitan dengan sistem birokrasi dari para penguasa mesjid dan para penyelenggara haji (Depag) yang juga sarat korupsi dan penyelewengan. Begitupun kalangan seniman (budayawan) kita, yang terlampau semangat menyuarakan liberalisme, karena kehidupan seksual (seks bebas) identik dengan pemenuhan libidinal yang membuat hidup manusia jadi cerdas, kreatif dan produktif. Inilah yang membuat kita harus banyak berpikir dan rajin mengadakan introspeksi-diri: sudah benarkah solat kita selama ini? Sudah benarkah cara-cara hidup berrumah-tangga kita selama ini? Apabila solat kita sudah membawa pencerahan pada moralitas dan kecerdasan spiritual kita; lantas kehidupan rumah-tangga mampu membangkitkan kecerdasan intelektual kita, maka masyarakat dunia pun pantas berharap bahwa kaum muslimin memang layak menjadi panutan dan teladan bagi keadilan, kesejahteraan dan perdamaian dunia...

Twitter Updates

 

Counter

Free Hit Counter
M2E Logo

Increase your back-link numbers and therefore your website's page rank by: 1.Back-links, page rank and keywords ANALYSIS and 2. Back-link rotation exchange rotation system & Google-Bot detection and behavior analysis

Related Website

Internet Sehat

Twitter Blog Templates © Copyright by Muhamad Thorik Blog - [Buah Pikiran, Renungan] | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks